Artikel

Kiat Mudah Ciptakan Masjid Ramah Anak Ala Masjid Jogokariyan

MasjidKita 14 October 2016
Artikel

Yogyakarta, 29 Syawwal 1437/3 Agustus 2016 (MINA) – Majelis Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir, ASP menmaparkan kiat mudah menciptakan masjid ramah anak dengan dua langkah.

“Untuk menciptakan masjid ramah anak, di sini (Masjid Jogokariyan) kami selalu memberikan pendampingan kepada anak-anak untuk menanamkan konsep yang kita buat, bagaimana menjadi masjid ramah anak,” katanya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di kantornya, Yogyakarta, pekan lalu.

Ketika anak sudah didampingi, kata Jazir, yang harus dilakukan adalah memberikan pesan kepada mereka sebelum shalat agar bisa tenang saat shalat dimulai agar jamaah bisa shalat dengan khusyu’.

“Ujian takmir masjid dalam hal ini adalah kesabaran, sabar untuk terus mengulang pesan, dan nasehat yang sama,” ujarnya.

Pesan yang terus diulang inilah yang ke depannya akan mereka ingat dan tertanam dalam diri mereka.

Pentingnya pengulangan pesan, lanjut Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM itu, diibaratkan seperti safety talk yang dilakukan di sebuah perusahaan.

“Dalam perusahaan aja ada yang namanya safety talk, tujuannya untuk keselamatan kerja karyawan itu sendiri dan itu akan terus diulang setiap hari, begitu juga dalam mengingatkan anak-anak,” tegasnya.

Di Masjid Jogokariyan, dia menambahkan setiap anak memiliki pendamping yang melakukan dua kiat tadi.

“Anak-anak itu harus ada pendamping kalau shalat, diingatkan kalau shalat jangan ribut. Semua anak-anak yang shalat di sini, sebelum shalat sama di tempat yang lain, ribut, tapi setelah takbir mereka secara otomatis diam,” imbuhnya.

Masjid Ramah Anak

Menurut mantan Ketua DKM Jogokariyan yang menjabat selama 15 tahun lebih itu, banyaknya masjid yang melarang anak-anak shalat ke masjid sangat disayangkan.

“Bagaimana anak-anak mau mencintai masjid, jika sejak dini mereka dilarang ke masjid,” tegasnya.

Selain pendampingan, kerja sama yang baik antara takmir masjid dengan orang tua atau jamaah sangat diperlukan untuk menciptakan masjid yang tenang dan ramah dengan anak.

Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM itu menegaskan, anak yang dekat dengan masjid akan menjadi pemimpin yang berkualitas di masa depannya.

“Pemimpin yang berasal dari masjid akan mengubah dunia, karena yang mereka takuti hanya Allah,” tambahnya.(L/P004/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)