MTW

…0,2 % orang Indonesia menguasai 74 % tanah di Indonesia….Apalagi yang 0,2 % itu, maaf-maaf bila pake Bahasa lama Non Pribumi.” Prof.Yusril Ihza Mahendra

“Saya tambahin, 50 % kekayaan Indonesia hari ini milik 1 % orang Indonesia, 70 % kekayaan milik 10 %...30 % bagi untuk 90 % orang Indonesia.” Prof.Karni Ilyas

Disampaikan dalam acara ILC (Indonesia Lawyer Club), Tahun Gaduh Berlalu, Tahun… Datang


Apa Arti FARDHU KIFAYAH Bagi Anda ?

Menjadi pengusaha bukan sekadar mencari uang. Ada nilai ibadah di dalamnya. Rasulullah SAW seorang pedagang sukses. Para sahabat beliau juga banyak yang menjadi pedagang kaya seperti Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan. Kekayaan bisa membuat kita lebih ringan berdakwah. Membangun masjid, sekolah, rumah sakit, pabrik makan dan minuman, televisi, radio, bank dan banyak hal lainnya yang mempengaruhi hajat hidup kaum muslimin.

Bisnis bukan soal untung rugi, namun surga neraka. Bisnis harus bisa mendekatkan pemiliknya kepada Allah SWT. Bisnis harus bisa memasukkan pemiliknya ke surga. Jika bisnis membawa kita ke neraka untuk apa? KITA SEMUA bertanggung jawab untuk menegakkan FARDHU KIFAYAH Gerakan Ekonomi Berjama’ah ini !

“Apa arti fardhu kifayah? Tanya saya kepada ratusan ribu kaum muslimin pada seminar-seminar serta pelatihan yang pernah saya selenggarakan (termasuk kepada ratusan warga negara Malaysia saat saya memberikan pelatihan di sana).  Umumnya mereka bisa menjawab pertanyaan ini.
”Suatu kewajiban yang apabila suda ada seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakannya maka gugur kewawjiban bagi yang lainnya.” Jawab mereka.

Tapi, begitu saya minta untuk menyebutkan contohnya, 99 % menjawab “SHALAT JENAZAH ! Bukankah itu juga yang ada di pikiran Anda ?
“Ini sebabnya ummat Islam ini tertinggal tidak bisa maju? Yang ada di kepala kita hanya urusan orang mati ! Bukan urusan yang lainnya?
Saya kemudian mengambil botol air minum dalam kamasan, kemudian berkata,“Misalkan dalam botol minuman ini dimasukkan zat-zat yang mengandung unsur haram. Dalam makan ini dimasukkan bahan yang haram. Kancing baju yang kita pakai ada yang terbuat dari tulang babi."
"Kita tidak punya pabrik minuman, tidak punya pabrik makanan, tidak punya pabrik pakaian, tidak punya televisi yang Islami, tidak punya radio yang Islami, tidak punya Koran yang Islami dan banyak hal lainnya yang mempengaruhi hajat hidup muslim. Maka kita ummat Islam akan memakan makanan haram, meminum minuman haram, memakai pakaiaan haram dan seterusnya. Bagai mana doa kita bisa dikabul? Karena pakaian kita haram, minuman kita haram, pakaian kita haram !”

Saya berfikir lebih jauh lagi. Bagaimana kalau dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak sekedar berisi barang haram tapi berisi zat-sat yang menyebabkan invertil alias mandul,  tidak subur. Karena kita tidak punya pabriknya.
Orang Islam menjadi tidak subur alias mandul. Susah punya anak. Kalaupun punya hanya satu atau dua orang. Sementara orang-orang kafir anaknya lima, tujuh, sepuluh. Dari 93 % ummat Islam turun jadi 90%. Kemudian 87 %, lalu 85 %. Limapuluh tahun lagi? Bahkan dalam WA yang saya terima Jend.Purn Yunus Yosfiah mengatakan ummat Islam murtad 2 juta orang setahun dan tinggal 70 % saja. Astaghfirullahhaladziim.
Masalah makanan dan minuman bukan hanya  sekedar halal haram tapi bisa juga jadi alat politik ekonomi dan itu mengancam keberlangsungan ummat Islam di Indonesia ke depan? Masa depan anak cucu kita !

“Jadi punya pabrik makanan dan minuman yang halal, pabrik pakaian yang Islami, televisi yang Islami, pusat perbelanjaan yang Islami hukumnya?” tanya saya.

Mengapa Gerakan Ekonomi Ummat Berbasis MASJID  Hadir Di Tengah-tengah Ummat ?

Almarhum.Bob Sadino pernah berkata,”Bangun tidur anda minum apa ?

1.Apa Aqua ? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris).

2.Minum susu SGM (milik Sari Husada yang 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).

3.Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent (Unilever,Inggris).

4.Sarapan ? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), gulanya juga impor (Gulaku - Malaysia) . - Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika). Keluar rumah naik motor/ mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih.

5.Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina. Pakai komputer, Hand Phone (operator Indosat, XL,Telkomsel semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).

6.Mau belanja ? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour). Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International, Malaysia yang juga Hero.

7.Malam-malam iseng ke CircleK dari Amerika. Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga…. ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.

8.Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman, 61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).

9.Masih banyak lagi kalo mau diterusin. By the way, BB atau HP Anda- pun buatan luar " dan masih banyak lagi belum dari makanan.”

Indonesia adalah negara yang kaya raya. Emas, Perak, Tembaga, Batu Bara, Minyak dan Gas, rempah-rempah yang beraneka ragam, flora dan fauna dengan ribuan spesies, ikan yang melimpah, hutan yang menghijau terbentang sejauh mata memandang dengan lebih 17.417 kepulauan yang Indah mempesona. Tapi sayang semua itu tidak dikuasai oleh kita bangsa Indonesia, kita kaum muslimin 

Mengapa dalam sholat, Rasulullah memerintahkan kita untuk berjama’ah? Disamping pahala yang diperoleh 27 derajat lebih banyak dari sholat sendirian, disana juga tampak kesatuan ummat sehingga dapat meraih kemandirian dan kemenangan (Al Falah) seperti dikumandangkan dalam adzan. Aplikasi berjama’ah dalam sholat harus kita praktekkan dalam kegiatan sehari-hari, termasuk dalam ekonomi. Gerakan Ekonomi Ummat Berbasis MASJID adalah upaya untuk membangkitkan kembali kesadaran ummat Islam untuk berekonomi serta mengambil kembali peran ekonomi ummat Islam. Mengambil kembali pengelolaan kekayaan bangsa Indonesia dari tangan asing. 


Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid

Sejak kemunculannya pertama kali, Islam yang dibawa Rasulullah SAW telah didukung oleh pengusaha dan konglomeerat muslim seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Abdurrahman bin Auf. Dan harus tetap seperti itu sepanjang masa agar Islam tetap jaya, terhormat dan sesuai fitrahnya.

Kekayaan yang hakekatnya adalah milik Allah yang dititipkanNya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan mereka yang mengerti hakekat ini akan menggunakannya untuk menolong agama Allah SWT.

Setibanya Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, maka Rasulullah melakukan tiga hal besar dan strategis dimana setelah itu Islam menyebar kepenjuru dunia. Ketiga hal tersebut adalah:

1.Membangun masjid
2.Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor
3.Menguasai pasar

Masjid sebagai simbol tauhid dan pusat ibadah kaum muslimin hari ini tersebar tak kurang dari 1,7 juta masjid di Indonesia. Hari ini kajian tentang tauhid, fiqh, hadits, dan lain sebagainya menjadi program rutin di masjid-masjid.

Sedangkan Ukhuwah Islamiah adalah tema yang senantiasa dikumandangkan para ustadz saat khubah di masjid dan pengajian. Kedua peran tersebut diatas telah banyak pihak yang melakukannya.

Ekonomi adalah satu-satunya hal yang luput dibicarakan bahkan dalam beberapa kasus dilarang dibicarakan dimasjid. Hal itulah yang menyebabkan kami MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) terpanggil untuk membangun ekonomi ummat dengan menjadikan masjid sebagai basis utama pembinaan ummat sebagaimana di zaman Rasulullah SAW. MTW Triangle Model


Untuk mencapai tujuan tersebut kami mengembangkan model yang kami sebut  MTW TRIANGLE MODEL.


MTW MODEL


MTW TRIANGLE terdiri dari tiga komponen utama:

  1. THEMA. Adapun tema yang kami komunikasikan adalah “Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid.”
  2. TERITORI dengan target tersebar di 34 Provinsi, 20 Negara dan 100.000 Masjid
  3. MASSA yang terdiri dari:
  • 20 juta pengusaha UMKM
  • 2.000 pengusaha besar
  • 100 konglomerat

Ketiga segment target pengusaha tersebut diatas memiliki strategi serta program yang khas dan berbeda untuk masing-masing kelompok.

Semua hal tersebut diatas kami targetkan akan tercapai di tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut kami menggunakan dua instrumen utama yaitu MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) dan MasjidKita.org

MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha)

MTW kepanjangan dari Majelis Ta’lim Wirausaha. Didirikan oleh Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA dua tahun lalu dengan mengadakan ta’lim di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta.

Setelah kajian MTW bulanan dengan menghadirkan pengusaha nasional Sandiaga Uno yang dihadiri ribuan jama’ah, Ust.Valentino Dinsi mengelompokkan jama’ah MTW berdasarkan minat bisnis masing-masing jama’ah seperti: Properti, Fashion, Kuliner, Agro, IT, Pendidikan, Perdagangan Umun, dan lain sebagainya.

Dalam Kelompok Bisnis tersebut jama’ah MTW melakukan berbagai macam aktivitas seperti:

  1. Grup Whats App (WA)
  2. Kuliah WA berupa sharing pengalaman dan rahasia sukses anggota yang telah berhasil kepada seluruh anggota grup.
  3. KOPDAR (Kopi Darat) di restoran atau gedung pertemuan dengan menghadirkan nara sumber pegusaha nasional yang sukses dibidangnya untuk berbagi pengalaman, inspirasi dan motivasi kepada Jama’ah MTW.
  4. KUBIS (Kunjungan Bisnis) dengan mengunjungi pabrik atau tempat usaha pengusaha sukses yang menjadi pembicara pada acara KOPDAR sebelumnya.
  5. SINERGI dengan cara membentuk usaha bersama dari anggota grup baik berupa PT (Perseroan Terbatas), Joint Venture atau sinergi lainnya.

Dalam tempo singkat hanya 2 tahun, MTW telah menjelma dari sekedar pengajian di masjid menjadi Social Corporation (Perusahaan Sosial) yang kepemilikannya dimiliki oleh jama’ah-jama’ah MTW itu sendiri. MTW juga telah mendirikan koperasi sebagai sarana pembiayaan dan pemasaran serta distribusi bagi usaha-usaha jama’ah MTW. ALHAMDULILLAH, MTW sejak 14 Mei 2016 telah menempati gedung baru, MTW PLAZA berlantai tiga di Margonda, Depok.
Dengan semakin berkembangnya MTW ke berbagai provinsi di Indonesia dan di luar negeri dengan puluhan ribu jama’ah (Insya Allah akan mencapai puluhan juta jama’ah setelah diluncurkannya web dan App MASJID KITA, www.masjidkita.org pada bulan Ramadhan ini).


Target: Dibuka di 34 Provinsi diseluruh Indonesia serta 20 negara serta 100.000 masjid yang menerapkan sistem dan metode yang telah diterapkan oleh MTW.


Tentang Masjid Kita

Masjid Kita dibangun karena adanya kebutuhan untuk menghubungkan masjid dengan jamaahnya melalui media digital. Dengan menggunakan Masjid Kita, masjid dapat mempublikasikan kegiatan sekaligus sebagai sarana berdakwah melalui aplikasi, web, dan tv masjid. Jangkauan media digital yang luas memungkinkan Masjid Kita dapat menjangkau jamaah di seluruh indonesia.

Masjid Kita awalnya dibangun karena banyaknya permintaan dari masjid dan pesantren di Indonesia yang mengundang Ust.Valentino Dinsi untuk membuat dan menerapkan sistim MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) di masjid maupun pesantren mereka. Insya Allah platform ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh Masjid dan pesantren di Indonesia.

Harapan kedepannya Masjid Kita dapat membantu memakmurkan masjid dan membangun ekonomi ummat. Platform Masjid Kita dapat digunakan oleh masjid dan umat Islam secara gratis.


Keuntungan Bagi Masjid

  • Mempublikasikan kegiatan masjid agar umat bisa mendapat informasi kegiatan seperti pengajian dan memungkinkan umat untuk mendaftar pada suatu kegiatan sehingga memudahkan pengurus masjid untuk mengatur konsumsi.
  • Melakukan crowd funding untuk renovasi dan kegiatan masjid berupa ZISWAF secara online dan melaporkan keuangannya secara real time. Masjid Kita dapat menjangkau jamaah di seluruh indonesia dan internasional.
  • Masjid Kita juga memudahkan ustadz untuk berdakwah melalui smartphone dengan bantuan teknologi push notification, sehingga dakwah kepada umat bisa dilakukan secara efektif dan efisien.
  • Masjid dan ummat dapat membangun ekonomi ummat berbasis masjid dengan menggunakan model, sistem dan teknologi serta modul-modul yang telah diterapkan di MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) dan menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan ekonomi ummat di wilayahnya masing-masing.


Keuntungan bagi Umat

  • Update dengan kegiatan masjid dan mendapatkan informasi dakwah langsung dari pengurus atau ustadz masjid yang di follow.
  • Pengguna juga dapat memberikan infaq atau sedekah secara online baik berupa ZISWAF maupun sumbangan untuk renovasi dan kegiatan masjid lainnya serta melihat laporan keuangannya secara real time.
  • Mendapatkan berbagai informasi pendukung ibadah seperti jadwal shalat, pengingat shalat, penunjuk arah kiblat, dan pencarian masjid terdekat serta mengetahui jadual ustadz yg mereka favoritkan.
  • Dapat bergabung dalam Group Bisnis MTW yang diadakan di masjid yang mereka follow dengan menggunakan model, sistem dan teknologi serta modul-modul yang telah diterapkan di MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha) dan menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan ekonomi ummat di wilayahnya masing-masing.

Target: Terdapat 100.000 masjid diseluruh Indonesia yang bergabung dengan App Masjid Kita dan di follow oleh 200 orang setiap masjid (total 20 juta follower)


Target Jangka Menengah

Mengacu pada model “Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid.” Maka dalam 15 tahun kedepan akan dicapai:

  1. 20 juta pengusaha UMKM yang sholeh dan bertaqwa.
  2. 2.000 pengusaha besar dengan asset masing-masing minimal 5 trilyun.
  3. 100 konglomerat muslim  yang memiliki komitmen untuk menolong agama Allah dan RasulNya.

Target Jangka Panjang

  1. Lahirnya pemimpin ummat masa depan yang berasal dari masjid (RT/RW, Lurah, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur bahkan Presiden)
  2. Menjadikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dari segala aspek kehidupan yang tampil ditengah-tengah manusia dalam berbagai aspeknya. Peran ekonomi dan pengusaha muslim adalah sebagai katalisator ummat.

Dampak Bagi Ummat

Adapun dampak yang kami harapkan dengan digulirkannya gerakan ini adalah:

  1. Terjadi perubahan paradigma dikalangan ummat Islam bahwa  MENJADI PENGUSAHA adalah FARDHU KIFAYAH yang akan mensejahterakan kehidupan mereka dan ummat Islam.
  2. Makmurnya masjid-masjid di Indonesia dimana berbondong-bondong ummat datang ke masjid untuk mempelajari Islam dimana ekonomi syariah atau bisnis Islami adalah magnit utama yang menarik mereka datang ke masjid.
  3. Tumbuhnya sentra-sentra ekonomi di sekitar masjid yang berasal dari jama’ah masjid sebagai pelaku ekonomi sehingga dapat mereduksi ekspansi retail-retail non muslim dan asing.
  4. Berhimpunnya pedagang-pedagang di sekitar masjid dikarenakan mereka ingin mengembangkan usaha mereka atau mendapatkan modal usaha dari lembaga keuangan yang dibangun di masjid yang pada akhirnya mereka inilah pembayar zakat, infaq dan shadaqoh serta penyokong utama pendanaan dakwah di sekitar masjid yang akan mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitarnya.
  5. Lahirnya pedangang-pedagang serta konglomerat muslim yang menjadi penyokong utama dakwah Islam sebagaimana Abdurrahman bin Auf, Ustman bin Affan, Abubakar Shiddiq, Umar bin Khotob telah melakukannya di kali pertama kemunculan Islam. Dan disinilah letak surga bagi para pengusaha muslim.


Dukungan Anda

Apa yang kami lakukan adalah sebagian kecil dari amal Islami untuk membangun kembali harga diri dan kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Saudaraku muslim dapat mendukung apa yang kami lakukan berupa:

1.Membantu pendanaan berupa zakat, infaq dan shadaqoh dari usaha atau lembaga yang Bapak/Ibu pimpin.

2.Berinergi bisnis dengan usaha-usaha yang dijalankan oleh jama’ah MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha).

3.Berkontribusi berupa jaringan, ide dan gagasan serta pemikiran strategi yang akan menjadikan apa yang kami lakukan ini tersebar dengan cepat kepada ummat Islam di seluruh Indonesia.

4.Tenaga dan doa agar kami tetap ikhlas dan jujur dalam mengemban risalah dakwah ekonomi ini.


 

DUKUNG & Daftarkan diri atau masjid Anda dengan cara meng-klik 
 
Slide1

Donasi & Hubungi Kami:

Bapak/Ibu dapat mengirimkan bantuan berupa  ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqoh dan Wakaf) ke: Bank BNI Syariah Acc.3000 700 806 a/n. Valentino Dinsi QQ Majelis Ta’lim Wirausaha

MTW PLAZA:Jl. Margonda Raya 180 – Depok (Sebelah D Mall, Depan Bank BCA). Telp. 021-50599559, HP Ust.Valentino Dinsi, MM, MBA: 0815 1414 4583


Dukung dan sebarkan Gerakan Ekonomi Ummat Berbasis MASJID (GEUMA) ini ke semua saudara-saudara dan sahabat Anda, ajaklah mereka berpartisipasi dalam kebaikan. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (H.R. Muslim)